Puan Maharani Berduka atas Gugurnya Ali Khamenei, DPR Desak PBB Ambil Tindakan Nyata
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan Maharani, menyampaikan dukacita mendalam kepada seluruh rakyat Iran menyusul meningkatnya eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Dalam pernyataan resminya, Puan juga secara khusus mengungkapkan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur akibat serangan militer tersebut.
Pernyataan Resmi Puan di Sidang Paripurna DPR
Puan menyampaikan pernyataannya dalam pidato pembukaan sidang ke-15 masa persidangan IV 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa 10 Maret 2026. Momen tersebut dipilih Puan untuk menegaskan sikap DPR RI terhadap situasi geopolitik global yang kian memanas, khususnya terkait konflik bersenjata yang sedang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Dalam pidatonya, Puan menyoroti bahwa tindakan militer yang tengah berlangsung telah melampaui batas-batas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh komunitas internasional. Ia menyebut bahwa meningkatnya eskalasi aksi militer tersebut telah mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara.
DPR Sampaikan Dukacita atas Gugurnya Khamenei
Puan secara resmi mewakili seluruh pimpinan dan anggota DPR RI dalam menyampaikan dukacita. Atas nama pimpinan dan anggota DPR RI, Puan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei selaku pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.
Pernyataan ini menjadi salah satu respons paling tegas dari lembaga legislatif Indonesia terhadap situasi konflik internasional yang kian mengkhawatirkan dan berdampak luas bagi stabilitas dunia.
Indonesia Nyatakan Simpati kepada Rakyat Iran
Puan juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang secara konsisten menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial menyampaikan simpati yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit ini.
Pernyataan tersebut mencerminkan posisi politik luar negeri Indonesia yang secara historis selalu berpihak pada penghormatan terhadap hak-hak bangsa dan menolak segala bentuk agresi militer yang mengancam kedaulatan suatu negara.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Cedera Parah, Jalani Perawatan Khusus di Spanyol
DPR Desak PBB Bertindak Jaga Perdamaian Dunia
Bagian paling penting dari pidato Puan adalah seruan langsung kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar tidak tinggal diam. DPR RI mendesak PBB untuk mengambil peran serta bertindak dalam menjaga penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan terhadap masyarakat sipil, serta komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.
Desakan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam DPR RI bahwa tanpa intervensi lembaga internasional yang tegas, konflik antara AS-Israel dengan Iran berpotensi meluas dan menciptakan ketidakstabilan yang lebih besar di tingkat global.
Tantangan Tata Kelola Global di Tengah Konflik
Puan menjelaskan bahwa konflik antara AS-Israel dengan Iran menggambarkan tantangan nyata dalam tata kelola global saat ini. Ia menegaskan bahwa hukum dan lembaga internasional harus memainkan peran aktif dalam menjaga stabilitas dunia.
Pernyataan DPR RI ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan anggota aktif berbagai forum internasional, memiliki tanggung jawab moral dan diplomatik untuk bersuara lantang demi perdamaian global. Seruan kepada PBB ini diharapkan dapat mendorong respons kolektif yang lebih konkret dari komunitas internasional.




