Iran Siap Perang Panjang dengan AS dan Israel
Teheran โ Republik Islam Iran secara terbuka menyatakan bahwa negara itu siap menjalani perang panjang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, menyusul eskalasi militer yang melibatkan serangan bersama dari kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan ini mencerminkan bahwa konflik yang sebelumnya terbatas kini berpotensi berkembang menjadi konfrontasi berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
๐งจ Pernyataan Iran Soal Perang Berkepanjangan
Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengumumkan bahwa negaranya telah mempersiapkan diri untuk konflik yang panjang dan intens dengan AS dan Israel. Menurutnya, Iran siap mempertahankan diri dengan segala cara, tanpa memperhatikan biaya dan waktu yang diperlukan. Pernyataan ini muncul setelah serangan gabungan udara oleh AS dan Israel yang menargetkan sejumlah fasilitas penting di kawasan Iran, termasuk ledakan di Teheran.
Larijani menegaskan bahwa Iran tidak akan memulai perang, tetapi akan membalas setiap agresi yang menargetkan kedaulatan negara tersebut. Ia menambahkan bahwa Iran telah siap dengan persenjataan, strategi, dan kesiapan rakyat untuk menghadapi konflik yang berlarut-larut.
โ๏ธ Latar Belakang Eskalasi Konflik
Eskalasi ini bermula dari operasi militer gabungan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026, yang melibatkan serangan udara terkoordinasi ke sejumlah situs di Iran. Serangan tersebut termasuk menargetkan infrastruktur militer dan fasilitas strategis Iran, yang menurut kedua negara itu merupakan upaya untuk melemahkan kemampuan rudal dan potensi ancaman nuklir Tehran.
Balasan Iran tidak hanya berupa pernyataan politik. Negeri Persia ini telah meluncurkan balon rudal dan drone baik ke wilayah yang diduduki Israel maupun target-target yang berasosiasi dengan pangkalan militer AS di wilayah Teluk Arab. Aksi balasan ini menunjukkan dimensi konflik yang kini tidak hanya bersifat verbal tetapi juga bersifat militer langsung, meskipun belum berkembang menjadi perang terbuka penuh.
Baca Juga: Daftar Alumni LPDP Paling Terkenal: Artis, Tokoh Publik & Wakil Menteri
๐ Implikasi bagi Kawasan dan Dunia
Pernyataan kesanggupan Iran menghadapi perang panjang mendatangkan kekhawatiran luas di kalangan pengamat geopolitik internasional. Pakar hubungan internasional menyebut keputusan ini sebagai sinyal bahwa konflik bisa keluar dari skala regional dan berpotensi memicu instabilitas global, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.
Selain itu, penolakan Iran untuk bernegosiasi sementara serangan terus terjadi memperburuk prospek diplomasi. Ini berpotensi menghambat upaya mediasi oleh negara lain dan organisasi internasional yang selama ini mencoba menahan konflik tidak melebar lebih jauh lagi.









