Fenomena Cipflasi: Harga RAM DDR5 64GB Kini Lampaui Harga MacBook Air
Dunia teknologi sedang diguncang oleh anomali harga komponen komputer yang sangat drastis. Jika sebelumnya meng-upgrade memori adalah keputusan yang terjangkau, kini kenyataannya berbeda total. Modul RAM DDR5 dengan kapasitas 64GB dilaporkan mengalami lonjakan harga yang gila-gilaan, bahkan kini dibanderol lebih mahal dibandingkan sebuah laptop MacBook Air entry-level.
Lonjakan Harga Hingga 300 Persen
Hanya dalam kurun waktu enam bulan, harga kit RAM DDR5 64GB meroket sekitar 300%. Pada Agustus 2025, komponen ini masih bisa didapatkan di kisaran harga USD 250. Namun, memasuki Februari 2026, harganya telah menembus angka USD 1.000 atau sekitar Rp16 juta.
Sebagai perbandingan, harga MacBook Air M2 atau M3 di pasaran saat ini berada di rentang Rp14 juta hingga Rp15 jutaan. Fenomena ini membuat satu modul memori kecil kini memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi daripada satu unit laptop utuh dengan layar Retina dan chip Apple Silicon.
Kecerdasan Buatan (AI) Jadi Biang Kerok Utama
Penyebab utama di balik “cipflasi” ini adalah permintaan masif dari sektor kecerdasan buatan (AI). Perusahaan teknologi besar sedang berlomba-lomba membangun pusat data raksasa yang membutuhkan memori berperforma tinggi dalam jumlah sangat besar.
Karena produsen cip memori lebih memprioritaskan pesanan untuk server AI yang lebih menguntungkan, pasokan untuk pasar konsumen (PC Desktop) menjadi sangat langka. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya biaya produksi dan krisis rantai pasok global yang diprediksi belum akan pulih dalam waktu dekat.
Dampak Nyata bagi Pengguna dan Industri
Kenaikan harga ini memicu dampak yang tidak terduga. Dilaporkan bahwa modul RAM kini menjadi incaran utama aksi pencurian di gudang penyimpanan dan toko komputer karena nilainya yang sangat tinggi. Selain itu, para perakit PC kini harus berpikir ulang untuk membangun sistem mereka, karena alokasi dana untuk RAM saja bisa menghabiskan separuh dari total anggaran rakitan.
Para analis memperkirakan bahwa situasi kelangkaan ini bisa bertahan hingga tahun 2027. Bagi Anda yang berencana melakukan upgrade memori, sepertinya Anda harus menyiapkan tabungan ekstra atau bersabar hingga badai harga ini mereda.



